Driver Amplifier andisKATRO

andisKATRO, maksudnya adalah driver amplifier anti distorsi (cacat suara), terutama cacat suara yang muncul apabila volume audio dalam posisi cukup minim. itulah yang ingin guruKATRO tonjolkan pada posting tentang Amplifier pada blog eleKATRO kali ini, walaupun belum benar benar percaya seratus persen anti distorsi, karena eksperimen yang dilakukan baru sebatas tiga kali dan juga hanya menggunakan kategori supply 32VAC.

Sama sekali bukan karena guruKATRO tidak mau eksperimen yang 45VAC atau diatasnya, semua itu terjadi hanyalah karena sementara ini trafo yang ada disini hanya sebatas paling tinggi 32VAC.

Pada Amplifier kelas B atau utamanya kelas AB, distorsi yang hanya muncul pada volume rendah saja, dan akan hilang ketika volume ditingkatkan, kemungkinan besar terjadi karena ada salah satu tingkatan transistor yang kurang supply basisnya, terutama pada basis transistor driver nya.

Coba kalau yang kurang supply basis nya terjadi pada transistor bias atau transistor pre-amp, pasti akan bisa diatasi hanya dengan mengubah nilai resistor yang digunakan untuk men supply basis tersebut.

Karena pola dasar skema nya berawal dari simpleKATRO, maka sesungguhnya andisKATRO ini hanyalah sebuah pengembangan dari diver simpleKATRO yang dulu sempat cukup banyak peminatnya itu.

1. A. Agar bisa keliatan lebih pantas sebagai sebuah posting baru, kali ini guruKATRO atas nama admin blog eleKATRO menambahkan sajian berupa contoh rangkaian final, dengan pola jalur PCB seperti ini :



1. B. Contoh final dengan menggunakan 3 set transistor 2SA1943 vs 2SC5200


Tidak harus menggunakan 2SA1943 vs 2SC5200, tapi anda boleh menetukan transistor tipe sesuai keinginan masing masing

jumlah set juga bisa anda tentukan sendiri, mau 
satu set = +- 200W atau 
dua set = +- 400W atau
tiga set = +- 600W atau
empat set = +- 800W dan seterusnya tergantung keadaan trafo dan speaker yang akan di aplikasikan.

Seluruh kaki Kolektor Transistor Final (PNP = 2SA....) langsung dihubungkan ke sumber tegangan Negatif (V-), dan disalurkan juga ke jalur V- pada PCB Driver
dan
Seluruh kaki Kolektor Transistor Final (NPN = 2SC....) langsung dihubungkan ke sumber tegangan Positif (V+), dan disalurkan juga ke jalur V+ pada PCB Driver


1. C. Pemasangan komponen pendukung transistor final juga hanya berupa R 10Ω  1/2  atau R 10Ω 1 watt, yang digunakan untuk input tiap tiap Basis Transistor Final, yang akan terhubung dengan :

B+ dihubungkan ke jalur B+ pada PCB driver
B- dihubungkan ke jalur B- pada PCB driver



1. D. Untuk saluran speaker pada contoh disini semua datang dari Emitor seluruh Transistor Final, baik yang NPN (Kolektor = +) maupun yang PNP (Kolektor = -)


R Emitor ke speaker pada contoh menggunakan ukuran 1/2Ω  5watt, anda boleh pilih ukuran lain, yang tidak terlalu jauh dari nilai tersebut, misalnya 0,47Ω   0,33Ω  0,22Ω atau 0,1Ω ... dengan syarat minimal 5watt.

Seluruh R Emitor tersebut tergabung ke jalur SP, dan akan langsung disambung ke speaker +, sementara speaker - agar tendangan ke speaker lebih mumpuni, sebaiknya langsung terhubung dengan GND Trafo.

Selain langsung ke speaker SP juga disambungkan ke jalur SP pada PCB Driver yang berguna sebagai FeedBack.


Dengan demikian rangkaian final sudah siap untuk dipadukan bersama rangkaian driver, yang pada posting kali ini, dibuat step by step pola perangkaiannya.



2. A. Contoh jalur PCB driver yang guruKATRO sediakan adalah seperti ini :


V+ dihubungkan ke V+ pada PCB Final
B+ dihubungkan ke B+ pada PCB Final
SP dihubungkan ke SP pada PCB Final
B- dihubungkan ke B- pada PCB Final
V- dihubungkan ke V- pada PCB Final
IN dihubungkan ke kaki tengah Potensio Volume yang berasal dari sumber audio
GND dihubungkan ke GND Trafo dan juga GND body/box.


2. B. Yuk ... mulai memasang komponen demi komponen

2 buah R 150Ω  2 watt digunakan untuk membetuk tegangan sekunder, baik dari V+ maupun dari V-

2 buah R 330Ω  2 watt dipasang dari Emitor Driver menuju saluran speaker, baik dari transistor driver NPN maupun dari Emitor Transistor driver PNP

Satu buah Resistor 1K 1/2 watt dipasang dari SP menuju rangkaian inverting, dan R 1K inilah sesungguhnya yang disebut sebagai R FeedBack Audio.






2. C. Transistor driver disini guruKATRO pilih menggunakan TIP41/42, dengan pola pemikiran tidak butuh tendangan yang terlalu besar dari transistor bias.



[kemungkinan terbesar terjadinya distorsi audio pada saat volume kecil adalah pada umpan basis sepasang transistor driver ini, beberapa kali guruKATRO mencoba menggunakan transistor yang lebih besar dayanya (misal menggunakan 2SA1941 vs 2SC5198, dengan harapan lebih terasa menendang basis transistor Final) ... ternyata disitulah mudah terjadi distorsi].

guruKATRO sudah pernah mencoba dengan mengubah ubah jumlah dan tipe dioda (pada contoh menggunakan 3 buah dioda silikon IN4001) yang menggabungkan kedua basis transistor driver, namun hasilnya tetap saja masih ada distorsi suara.

Mungkin karena basis 2SA1941 vs 2SC5198 membutuhkan tendangan yang lebih keras dari kolektor transistor bias. sehingga bila volume dikeraskan, maka distorsi suara bisa hilang dengan sendirinya.

Supply untuk Kolektor Transistor Driver langsung terhubung dengan tegangan primer.


2. D. Transistor Bias menggunakan adiknya TIP41/42, yaitu menggunakan TIP31/32, dengan harapan bisa lebih keras menendang basis transistor driver.


Supply Transistor Bias diambil dari tegangan sekunder setelah disaring menggunakan R ukuran 150Ω  2 watt, pada contoh guruKATRO pilih posisi R berdiri demi mengirit lebar PCB

Basis Transistor Bias di umpan dengan resistor ukuran 4K7 1/2 watt, yang nantinya juga sebagai supply transistor penguat.

2. E. Transistor Penguat menggunakan pasangan BD139 (NPN) vs BD140 (PNP)



Emitor sepasang Transistor penguat dikaitkan ke Inverting setelah masing masing disaring menggunakan resistor ukuran 330Ω [boleh 1/2 watt, tapi 1 atau 2 watt juga akan lebih kuat].


2. F. Transistor Pre-Amp (Transistor Input) menggunakan pasangan 2SA684 vs 2SC1383, ini hanya alternatif saja, pada prakteknya guruKATRO menggunakan pasangan BD139 (NPN) vs BD140 (PNP), sama saja dengan transistor penguatnya.




2. G. Supply Kolektor terpaksa bersilangan, karena posisi NPN dengan PNP terbalik dari posisi tegangan sekunder, 


Masing masing kolektor mendapat asupan tegangan setelah disaring menggunakan resistor ukuran 560Ω [katakanlah ini sebagai tegangan tersier]



2. H. Supply untuk Emitor Transistor Pre-Amp, yang sekaligus sebagai umpan basis Transistor Penguat, diambil dari tegangan tersier, setelah disaring menggunakan R ukuran 10K




2. I. Basis transistor Pre-Amp yang disatukan antara NPN dengan PNP diberi umpan dari GND dengan saringan resistor ukuran 22K



untuk input audio, diambil dari basis yang disatukan itu dengan saringan elko ukuran 1uF [ tapi masih boleh menggunakan ukuran yang sedikit lebih kecil atau lebih besar]

Sebagai peredam over nada tinggi, dari kaki input audio dijumper ke GND menggunakan kapasitor ukuran 102 [1 nano].


2. J. Memasang R-C inverting, menggunakan R ukuran 10Ω dan elko ukuran 2200uF, masih khas dengan inverting driver simpleKATRO



bila ingin dominan bass, anda boleh mengubah variasi R-C ini dengan diikuti pengubahan ukuran resistor FeedBacknya, misalnya dengan

R inverting menggunakan ukuran 100Ω dan C inverting 220uF, diikuti dengan R FB menggunakan ukuran 4K7, atau silakan variasikan sendiri hingga menemukan komposisi yang ideal menurut selera anda.


2. K. Memasang elko untuk menstabilkan tegangan sekunder, variasi yang guruKATRO coba pada saat eksperimen, menggunakan ukuran antara 47uF hingga 470uF, monggo eksperimen dan amati sendiri sendiri tentang efeknya.






2. L. Memasang elko untuk menstabilkan tegangan tersier, variasi yang guruKATRO coba pada saat eksperimen, menggunakan ukuran antara 100uF hingga 470uF, monggo eksperimen dan amati sendiri sendiri tentang efeknya.





2. M. Selesai sudah prosesi perakitan Driver andisKATRO beserta rangkaian finalnya, bagi yang ingin layou PCB, silakan membuat sendiri, bisa dengan pola dasar jalur menganut pada gambar yang tersedia pada nomor bahasan 1. A. dan nomor bahasan 2. A. atau silakan rancang sendiri untuk hasil tampilan yang lebih elegan.



Bagi yang ingin eksperimen menggunakan tegangan 45VAC atau sedikit diatasnya, silakan ganti :

TIP41/42 dengan 41C/42C (harus original), atau dengan varian match 2SA1837 vs 2SC4793
TIP31/32 dengan 31C/32C
BD139/140 dengan MJE340/MJE350
2SA684/2SC1383 dengan MJE340/MJE350 atau 2N5551 vs 2N5401
IN4001 sebaiknya menggunakan IN4002 atau IN4007


Demikian pembahasan tentang Driver Amplifier andisKATRO yang bisa eleKATRO sampaikan, semoga ada manfaatnya, mohon maaf bila masih banyak kekurangan, bila ada yang masih perlu ditanyakan, silakan sampaikan pada kolom komentar yang tersedia, saran dan kritik membangun selalu kami nantikan demi kemajuan bersama kita bersama, terima kasih.

Komentar

  1. Permisi Guru ... Mau tanya : "Itu kira-kira bisa nggak dibuat agar bisa single supply/+ dan gnd saja?? Terimakasih🙏

    BalasHapus
    Balasan
    1. nanti sebentar lagi akan saya publish yang sejenis itu tapi single supply
      mohon sabar menunggu

      Hapus
  2. Pak Guru... Saya Teofilus yg kemarin komment. Sekedar sharing aja Terimakasih🙏🙏 Saya kebetulan barusan nemu caranya biar bisa untuk single supply yaitu dgn mengganti jalur R.bias 22K ke gnd pada Tr paling depan (deferensial) itu kan asalnyanya ke gnd itu sy cabut trs saya bagi tegangannya jd 1/2Vcc dgn menseri 2 R.10K dari + dan satunya dari gnd, diantara dua seri itu dipasang elco 47uF ke gnd dan satunya ke R 22K yg ke arah basis Tr deferensial itu. Dan jalur supply semula - akhirnya sy jdkan gnd. Dan otomatis di out SP ada tegangan 1/2Vcc itu normal dan memang seharusnya segitu (kalau misal tidak 1/2Vcc bisa menseri r.10K yg ke gnd di basis pembagi tegangan td dgn Trimpot). Lalu diposisi itu sy pasang ELCO 4700uF/63Volt (+ ke out driver - ke SP) dan itu kebetulan sy supply dgn Single Supply 25VAC/35VDC suara bagus bass juga masuk. Cuma itu RF, RC resonan sy ganti jd RF 47K, C.100uF, R.resonan 1K.
    Monggo Pak Guru mungkin mau posting pakai cara sy ya monggo👍👍 kita bisa saling sharing #SALAMKENAL #SALAMSATUHOBI!

    BalasHapus
    Balasan
    1. MAKASIIIH ATAS MASUKANNYA
      IYA NANTI AKAN SAYA PELAJARI DULU KALIMAT ANDA
      DISAMPING SATU LAGI SAYA SUDAH SIAPKAN MODIF PRODUK APEX
      SEKALI LAGI MAKASIH MASUKANNYA

      Hapus
  3. Pak Guru... Saya Teofilus yg kemarin komment. Sekedar sharing aja Terimakasih🙏🙏 Saya kebetulan barusan nemu caranya biar bisa untuk single supply yaitu dgn mengganti jalur R.bias 22K ke gnd pada Tr paling depan (deferensial) itu kan asalnyanya ke gnd itu sy cabut trs saya bagi tegangannya jd 1/2Vcc dgn menseri 2 R.10K dari + dan satunya dari gnd, diantara dua seri itu dipasang elco 47uF ke gnd dan satunya ke R 22K yg ke arah basis Tr deferensial itu. Dan jalur supply semula - akhirnya sy jdkan gnd. Dan otomatis di out SP ada tegangan 1/2Vcc itu normal dan memang seharusnya segitu (kalau misal tidak 1/2Vcc bisa menseri r.10K yg ke gnd di basis pembagi tegangan td dgn Trimpot). Lalu diposisi itu sy pasang ELCO 4700uF/63Volt (+ ke out driver - ke SP) dan itu kebetulan sy supply dgn Single Supply 25VAC/35VDC suara bagus bass juga masuk. Cuma itu RF, RC resonan sy ganti jd RF 47K, C.100uF, R.resonan 1K.
    Monggo Pak Guru mungkin mau posting pakai cara sy ya monggo👍👍 kita bisa saling sharing #SALAMKENAL #SALAMSATUHOBI!

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya benar ... disini memang saran buat berbagi

      Hapus
  4. Siap, Sama-sama sy juga terimakasih. Ditunggu postingan selanjutnya👍👍👍

    BalasHapus

Posting Komentar