Beberapa cara membuang Dengung Audio

Masih banyak rekan pecinta audio yang mengeluh tentang masalah dengung yang muncul mengiringi musik yang sedang dinikmati, atau yang lebih sering ketika microphone sedang menyala. Brbagai usaha telah dilakukan demi menghindari dengung, namun oleh sebagian dari pecinta audio sistem dengung itu masih menjadi momok yang menyebalkan. 

Dan mengapa pula eleKATRO hingga kini malah masih merasa cukup mudah untuk mengatasi dengung tersebut? (sombong ... somboooooong ...), tapi itulah kenyataannya, padahal hampir semua sound sistem milik para tetangga dekat maupun jauh, sesekali eleKATRO intip dekat (dengan telinga tentunya) .... saat lagu berhenti .... rata rata masih ada dengung (kebanyakan nada sangat rendah), walau ada yang sangat kecil terdengarnya. 
Sistem suara punya eleKATRO yang kini sedang dipakai, sudah mempunyai sumber dengung yang cukup signifikan, dari trafo 10A/32V. Trafo second bekas replace Supply Amplifier masjid sebelah rumah yang sudah menghitam lilitan primernya itu bila di sambungkan ke jala jala listrik PLN, sudah mampu menurunkan MCB 900VA bila tanpa resistor 33Ω (coba dibawah 33Ω masih turun itu MCB), padahal belum diberi beban dioda - elko - Amplifier alias hanya dipasang primernya saja, sementara sekunder masih polos tidak dipasangi apa apa.

Setelah di pasang softstart made by self, hanya dengan menggunakan resistor 33Ω, memang tidak membuat MCB gejluk kagi, tapi badan trafo masih bergetar dan menciptakan bunyi yang di resonansi oleh box amplifier menjadi seperti suara kumbang terbang dengan volume yang cukup kecil. Tapi sekecil apapun jelas jelas itu adalah sumber dengungan yang bisa saja ikut masuk ke speaker dan akan mengganggu ketenteraman dalam menikmati musik. Tapi mengapa pada salon speaker eleKATRO sama sekali tidak muncul dengung sedikitpun, hingga saat ini yang merakitpun masih tidak tahu apa sesungguhnya penyebab semua itu. Yang jelas dari pertama dinyalakan dan ketika digunakan di sarana umum (dipinjam) sehingga kini memang sering dapat olokan teman "kok bersih sekali, tanpa dengung sedikitpun.

Dioda yang eleKATRO gunakan jauh diatas standar trafo , trafo 10A menggunakan dioda bridge 35 A, tapi itu tidak berpengaruh sama sekali terhadap dengung, pilihan 35 A adalah karena sebaiknya amper dioda sama atau lebih besar dari amper trafo, sebab bila lebih kecil dari trafo maka arus yang keluar dari dioda juga akan lebih kecil dari arus yang datang dari trafo, sayang kan ..... Dan juga dioda akan mudah panas karena harus menahan arus yang lebih tinggi dari standar kerjanya.

 Elko yang eleKATRO gunakan awalnya sepasang (dua buah) 10.000uF, sekarang 2 pasang (empat buah) 10.000uF. Bukan karena menggunakan sepasang elko itu ada dengung, menggunakan 2 pasang itu karena demi menjaga agar bas tetap stabil (belum terlalu stabil juga) sih, mungkin minta 3 pasang atau 4 pasang elko biar bass besar jauh lebih stabil.

Transistor Final terpaksa kembali menggunakan 2 set, karena sudah dicoba dengan 4 set, bass besar sangat kacau, dikurangi menjadi 3 set .... eh bass masih kacau juga.

Player menggunakan audio console (MP3 Player) non bluetooth paling murah (Rp 30K). Cerita diatas cukup panjang, itu demi anda mengetahui sekelas apa amplifier tanpa dengan yang eleKATRO operasikan, yang eleKATRO tata sebagai berikut :

A. Kabel audio, baik input maupun output, dan juga bila memasang potensio terpisah dari PCB. harus menggunakan kabel khusus audio, yaitu kabel yang diselimuti serabut GND. misalnya jaman dulu terkenal dengan sebutan kabel head, sekarang lebih lazim diberi nama kabel skerem







B. Ada beberapa cara yang perlu diperhatikan, diantaranya yaitu :

1. Dari Trafo menuju kaki AC dioda, jaga jarak jangan sampai terlalu jauh, sebab kabel arus AC jauh lebih mudah mengeluarkan interferensi, sehingga jauh lebih mudah menimbulkan dengung. Kalau perlu dan memungkinkan, pasang kaki AC dioda langsung di tap sekunder trafo.

2. Dari kaki DC dioda menuju elko supply juga jaga jangan sampai terlalu panjang kabelnya, kalau perlu dan memungkinkan, sambung langsung tanpa kabel. Karena keluar dai kaki DC dioda sebenarnya masih ada sisa sisa kerut AC, dan itu akan terbuang oleh elko supply.

3. Kabel Arus DC dari kaki dioda DC dan elko supply, ini baru boleh sedikit lebih panjang, tapi ingat juga bila meletakkan untaian kabel itu jangan sampai mendekati piranti Tone Control atau Parametrix atau galaxy atau penguat audio yang lainnya seperti MP3 Player, apalagi mendekati pre mic dan echo ... jangan sampai dech. Sebab itu semua yang akan lebih rentan menimbulkan dengung.

4. Pada kasus tertentu, terutama amplifier mini berdaya kecil, biasanya elko juga kecil, dan elko kecil itu tidak bisa menghilangkan dengung, bila demikian coba besarkan nilai kapasitas elko tersebut.

5. Kabel DC itu juga jangan mendekati trafo, apalagi bila trafonya seprti trafo eleKATRO secara default tanpa beban pun sudah menghasilkan getaran.

6. Kabel DC PSU Amplifier dengan kabel DC PSU perangkat kecil seperti Tone Control dan lain lain juga perlu dijaga jaraknya, usahakan jangan berdekatan. karena kadang hal itu juga bisa menimbulkan dengung.

7. Untuk Amplifier tegangan simetris, demi menghasilkan daya yang optimal, GND/CT Speaker bisa diambil langsung dari kaki CT sekunder trafo, tapi bila itu menimbulkan dengung, maka bisa dipinda ke kaki GND pada PCB Amplifier.

8. Kabel DC kipas juga jauhkan dari kabel kabel yang lainnya, sebab kadang putaran pully kipas juga bisa menghasilkan dengung.

9. Pasang Kabel GND ke box jangan langsung dari kaki Trafo atau dioda supply amplifier. ambillah dari GND/CT pada Amplifier dan agak jauh dari kabel GND/CT yang datang dari Dioda./elko supply. Titik sambung GND pada box juga jangan dekat dengan GND Tone Control apalagi Pre mic atau Player.

10. Pada rangkaian Amplifier terpisah, gunakan kabel audio yang bagus, jangan harap mudah menghilangkan dengung bila terlanjur memilih kabel audio yang murah, kabel audio mahal disamping awet, juga kualitas selaput grounding nya akan lebih baik, atau bila terpaksa menggunakan yang murah dan terlanjur menimbulkan dengung, cobalah rekayasa dengan membalut sepanjang kabel audio tersebut menggunakan aluminium foil yang berfungsi sebagai selaput grounding itu harus terhubung dengan GND, baik GND Amplifier maupun GND perangkat yang disambungnya.

11. Pemasangan GND antar rangkaian kadang harus hanya terhubung pada titik input.output saja, penambahan kabel besar GND antar KIT kadang malah menimbulkan dengung.

12. Bila semua cara diatas dan mungkin ada beberapa cara yang eleKATRO sedang lupa atau bahkan belum tahu, sudah dilakukan namun tetap saja masih ada dengung yang cukup mengganggu, solusi pamungkas adalah dengan memasang kabel GND menuju tanah, pastikan logam tertancap cukup dalam 5 atau 10cm atau lebih dalam lagi, dan pastikan juga tanah tempat menancapkan logam GND itu dalam keadaan basah.

13. Seandainya solusi nomor 12 sudah dilakukan kok masih saja ada dengung, kemungkinan besar ada komponen yang sudah usang dan perlu diganti.

15, Selamat mencoba


Demikian pembahasan tentang Beberapa cara membuang Dengung Audio yang bisa eleKATRO sampaikan, semoga ada manfaatnya, mohon maaf bila masih banyak kekurangan, bila ada yang masih perlu ditanyakan, silakan sampaikan pada kolom komentar yang tersedia, saran dan kritik membangun selalu kami nantikan demi kemajuan bersama kita bersama, terima kasih.

Komentar

  1. Mohon bantuanya guru, sya punya smps speaker aktif masih baru, tp pas tak pasang dengungnya cukup keras, klo segi suara normal, power amp jg normal, soalnya tk pinjem smps yg lain normal tanpa dengung,,,
    Jd positif smpsnya rusak, cuma bagian mana yg rusak guru? Elko+dioda smps udh tk ganti, hasil nol, pdhl msh baru, perkiraan rusak bagian mana guru, help me....

    BalasHapus

Posting Komentar