Power Supply Trafo Kern Inti Besi

Untuk memperoleh kualitas audio yang memuaskan, diperlukan rangkaian Power Supply (PSU) yang memadai, baik memadai dilihat dari kecukupan daya yang dihasilkan oleh serangkai PSU maupun memadai tentang cara merangkai PSU itu sendiri.
Pada Posting kali ini eleKATRO hanya akan membahas tentang cara merangkai PSU, tidak akan melebar ke masalah kecukupan daya yang dihasilkan oleh sebuah PSU.

1. Sebagai bahan perbandingan coba amati PSU dengan sumber baterai atau Aki.
Umumnya baterai yang dijual di pasaran dibuat dengan tinggi tegangan 1,5V, kecuali baterai 18650 yang memiliki tegangan 3,7V dan baterai kotak yang biasanya memiliki tegangan 9V. Disini tidak akan membahas arus baterai .... karena ada cukup banyak variasi disana. 
untuk men supply amplifier 5 ~ 6 Volt berarti dibutuhkan minimal 3 buah baterai atau optimalnya 4 buah baterai yang disusun secara seri
Untuk men supply Amplifier 9 Volt berarti harus seri 6 buah baterai dan untuk 12V harus membuat seri 8 buah baterai.
Bila ingin awet, baterai bisa dibuat paralel, karena dengan paralel maka arus akan menjadi lebih besar
Jaman dulu banyak tersedia Aki dengan tegangan 6V, tapi sekarang lebih banyak yang 12V, rata rata sepeda motor dan mobil kecil menggunakan Aki 12V, namun pernah suatau hari eleKATRO disuruh memperbaiki lampu sen pada sebuah truk, ternyata menggunakan dua buah aki yang dipasang secara seri, sehingga tegangan yang dihasilkan setinggi 24V.


Semakin besar badan aki, semakin besar Arus (Amper) yang dihasilkan, 
Bila ingin membuat supply simetris, bisa dengan cara membuat seri dua buah aki,



2. Rangkaian Power Supply menggunakan TRAFO

Trafo PSU Amplifier dengan inti kumparan flat besi (bentuk E -I , atau bentuk E - E ,atau bentuk toroid (donat), baru bisa menurunkan tegangan saja, tegangan dari PLN 220 atau 110, diturunkan menjadi 3V atau 6V atau 9V atau 12V atau 15V atau 18V atau 24V atau 32V atau 45V. Sedangkan aliran bolak balik / AC (Alternating Current) dari PLN, masih tetap 100% AC. maka dari itu, tegangan yang baru saja keluar dari sekunder Trafo sering disebut sebagai VAC Seletah mengalir melalui DIODA, barulah aliran listrik yang sudah diturunkan tegangannya itu menjadi searah / DC (Direct Current

2.a Merangkai Power Supply untuk Amplifier Single Supply menggunakan Trafo 0 (engkel)

Pengertian Trafo 0 (engkel) disini dimaksudkan sebuah trafo yang memiliki kaki salulan sekunder dengan urutan dimulai dari angka nol (0), misalnya seperti ini : 0 - 6 - 9 - 12 - 15 atau 0  - 9 - 12 - 15 - 18 dll Trafo 0 (engkel) akan digunakan untuk mensupply Amplifier sinlgle supply, yang paling sempurna adalah dengan 4 buah dioada yang membentuk jembatan,
atau menggunakan dioda bridge yang sudah jadi
Pada proses perubahan dari AC menjadi DC oleh komponen yang disebut dioda itu, ada suatu keuntungan sebenarnya, tapi kadang kurang disadari oleh para pemula seperti saya ini, dan akibatnya bisa mengorbankan Amplifier karena terlalu tinggi tegangan yang di berikan.

Perlu di pahami bila pada proses dari VAC menjadi VDC itu membuat tegangan naik setinggi :

1. beberapa rekan OL dengan rumus : VDC = VAC x 1,414
2. dan ada pula yang menyatakan dengan rumus : VDC = VAC + (VAC/3,14)

 Jadi ada dua rumus dengan hasil yang berbeda .... coba saja :

1. 32VAC = 32x1,414 = 45,248
2. 32VAC = 32 + (32/3,14) = 32 + 10,1910828025478 = 42,1910828025478

nomor 1 : 32VAC menjadi 45VDC

nomor 2 : 32VAC menjadi 42VDC mana yang benar ????

dari pada puyeng mending eleKATRO eksperimen sendiri saja ... heheheh

VAC


VDC


pada TERSTER JADUL terlihat VAC 29,9V dan pada VDC terbaca 40V harap maklum itu tester murah dan sudah pernah beberapa kali jatuh terpelanting ke lantai
perbedaan hasil dua rumus dan kenyataan diatas
Kesimpulannya anda bisa rancang sendiri, dengan tester yang mahal dan canggih mungkin bisa memperoleh hasil yang lebih otentik. yang penting disini adalah perlu diketahui bahwa ada kenaikan tegangan setelah keluar dari dioda, dan ini menjadi penting ketika kita akan memberi supply ke amplifier (terutama pada amplifier IC) dan juga menentukan berapa voltage maksimal yang tertera pada badan elko PSU.

misalnya VAC 30V ...maka akan menjadi 40VDC atau diatasnya ... sehingga jangan gunakan elko 35V, gunakanlah yang 50V heheheeh ... kembali ke marangkai PSU single supply satu trafo nol - 4 buah dioda dan satu buah elko



atau dengan dioda bridge

Tanda + dioda Bridge sejenis itu ada pada badan dioda, apabila tulisan + sudah terhapus, cara mengetahuinya adalah dengan melihat satu kaki yang arah hadapnya berbeda .... itulah kaki +

setelah itu menentukan kaki - adalah yang posisinya berhadapan secara diagonal dengan kaki +

sehingga dua kaki lain yang saling berhadapan adalah kaki AC ( disambung ke kaki sekunder trafo)

atau bila pakai dioda bridge jenis sisir dipasang seperti ini


bila sedang tekor komponen, bisa hanya dengan menggunakan dua buah dioda saja, walau pastinya amper akan berkurang separuhnya, tapi bila sedang darurat apa salahnya


Pemasangan dari sekunder trafo menuju kaki VAC dioda (kabel biru pada gambar) boleh terbolak balik alias gak papa, karena keluar dari trafo masih benar benar 100% AC


2.b. Trafo engkel atau trafo nol (0) digunakan untuk men supply Amplifier tegangan simetris.

Inilah yang paling spektakuler (dalam kemiskinan trafo .... heheheh),

titik 0 trafo dibuat GND atau CT, satu titik yang lain, misalnay 12V atau 15V atau 18V atau 32V dibuat - dan + dengan memasang dua dioda dengan posisi saling belawanan.
3. Merangkai PSU dengan trafo CT untuk Supply Amplifier tegangan simetris :

3.a. Menggunakan 4 dioda

3.b. Menggunakan dioda bridge


3.c. Menggunakan dioda berdge jenis sisir


3.d. Trafo CT digunakan untuk supply Amplifier Single Supply
dua dioda dipasang sejajar dari sekunder trafo titik kanan kiri yang sama voltage nya, katoda digabung jadi satu membentuk tegangan positif (+), dan CT langsung menjadi negatif (-) untuk efisiensi daya dan menepis kerut AC barangkali masih ada yang tersisa setelah dioda, biasanya orang memasang paralel capasitor 104 pada setiap dioda





dan kata orang untuk menepis interferensi frekuensi tinggi, ELKO juga mesti di paralel menggunakan Capasitor 104 pula




contoh pemasangan milar diparalel pada tegangan simetris


demikian ... ternyata cukup capai juga membuat gambar sebanyak itu

Komentar

  1. apakah capasitor jg perlu dipasang pada travo CT untuk tegangan simetris pak ? trus pengaruhnya apa ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. pada dasarnya tetap dibutuhkan dan pengaruhnya juga sama saja dengan yg non simetris, tapi mungkin karena efek tersebut hanya bisa diamati dengan alat khusus (tidak terlalu terlihat bila tanpa alat pengukur), maka sering diabaikan)

      Hapus
  2. besok mau tak coba pasang ah

    BalasHapus
  3. Apakah nilai capasitornya mesti 104 pak guru...?

    BalasHapus
  4. Assalamualaikum pak guru.
    Adakah skema penambah ampere utk tegangan simetris 65v 10 amper menjadi 65v 20amper,
    Terimakasih sebelumnya.

    BalasHapus
  5. Assalamualaikum pk guru.
    Bagaimana caranya menaikkan amper tegangan simetris, misalnya 65vdc 10amper dinaikkan menjadi 65vdc 20amper.
    Terimakasih sebelumnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. sementara ini sepengetahuan saya tidak ada
      bisanya hanya dengan meurunkan tegangan menjadi separuhnya, maka akan menaikkan amper dua kali lipatnya

      misal :
      65V / 10 A menjadi 33V / 20 A

      hanya dengan memperbesar ukuran trafo yang bisa begitu

      Hapus
  6. Assalamualaikum Pak Guru.. apakah benar pada gambar 3d, jika trafo ct dijadikan single supply maka akan menghasilkan ampere 2 kali lipatnya.. karena sekarang sedang kemiskinan trafo. Hehehe

    BalasHapus

Posting Komentar